Melangkah menjadi SIT, Ittihad Genggam Pengajar Terbaik Alquran
Sekolah Islam Terpadu Ittihad, itulah sebutan baru untuk Ittihad yang mengutamakan akhlak karimah bagi seluruh siswa SMP-SMA Ittihad sehingga membutuhkan pengajar Alquran yang baik (24/10)
Setelah diresmikan menjadi Sekolah Islam Terpadu (SIT) pada 27 September yang pada saat itu dirangkaian dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ittihad telah resmi menjadi Sekolah Islam Terpadu.
SIT tersebut bukan semata menjadi nama, tetapi penuh dengan tanggungjawab serta kerja keras. Maka dari itu, pengajar-pengajar Alquran yang baik diperlukan untuk menunjang seluruh program keagamaan.
Penambahan pengajar Alquran di Ittihad yang diharapkan mampu mengkordinir sikap akhlak seluruh siswa.
Aman Hamza, Muhammad Gandha Shidiq, dan Muh. Hidayat Syahrijal adalah pengajar Alquran yang memiliki latar belakang Alquran yang sangat luarbiasa.
Aman Hamza atau biasa disapa ustaz Aiman adalah pengajar asal Pondok Pesantren Alquran dan Tilawah (Taqwa Makassar) dan Nurul jihad Pettarani. Beliau mulai menghafal usai tamat SD dan menghabiskan waktu hanya 2 tahun 7 bulan untuk menghafal 30 Juz Alquran.
Dengan keberadaan beliau serta ustaz-ustaz berbakat lainya inshaallah menjadikan Sekolah Islam Terpadu Ittihad menjadi lebih baik dalam segi keagamaan.
Berdasarkan rapat koordinasi tim keagamaan yang melibatkan guru agama, wakil kepala sekolah bidang kurikulum serta para pengajar Alquran tersebut yang mengharapkan seluruh siswa mampu memahami cara membaca Alquran dengan baik dan benar.
"Kita mulai dari pembelajaran teori terlebih dahulu sebelum melalukan praktek serta memperbanyak waktu dalam pembelajaran agama." Ucap Aiman dalam strategi menghadap siswa di Ittihad.
Pembelajaran Alquran juga telah dilipat gandakan menjadi setiap hari baik di SMP maupun di SMA dengan harapan terstabilisasinya pembelajaran Alquran yang efektif.